Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Sunday, June 6, 2010

Tembok Raksasa

TEMBOK RAKSASA

Tembok Raksasa Tiongkok atau Tembok Besar Tiongkok (Hanzi tradisional:
長城; Hanzi sederhana: 长城; pinyin: Chángchéng), juga dikenal di Tiongkok
dengan nama Tembok Raksasa Sepanjang 10.000 Li¹ (萬里長城; 万里长城; Wànlĭ
Chángchéng) merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh
manusia, terletak di Republik Rakyat Tiongkok. Panjangnya adalah 6.400
kilometer (dari kawasan Sanhai Pass di timur hingga Lop Nur di sebelah
barat) dan tingginya 8 meter dengan tujuan untuk mencegah serbuan
bangsa Mongol dari Utara pada masa itu. Lebar bagian atasnya 5 m,
sedangkan lebar bagian bawahnya 8 m. Setiap 180-270 m dibuat semacam
menara pengintai. Tinggi menara pengintai tersebut 11-12 m.
Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan tahun di
zaman berbagai kaisar. Semula, diperkirakan Qin Shi-huang yang memulai
pembangunan tembok itu, namun menurut penelitian dan catatan literatur
sejarah, tembok itu telah dibuat sebelum Dinasti Qin berdiri, tepatnya
dibangun pertama kali pada Zaman Negara-negara Berperang. Kaisar Qin
Shi-huang meneruskan pembangunan dan pengokohan tembok yang telah
dibangun sebelumnya.
Sepeninggal Qin Shi-huang, pembuatan tembok ini sempat terhenti dan
baru dilanjutkan kembali di zaman Dinasti Sui, terakhir dilanjutkan
lagi di zaman Dinasti Ming. Bentuk Tembok Raksasa yang sekarang kita
lihat adalah hasil pembangunan dari zaman Ming tadi. Bagian dalam
tembok berisi tanah yang bercampur dengan bata dan batu-batuan. Bagian
atasnya dibuat jalan utama untuk pasukan berkuda Tiongkok.
Tembok Raksasa Tiongkok dianggap sebagai salah satu dari Tujuh
Keajaiban Dunia. Pada tahun 1987, bangunan ini dimasukkan dalam daftar
Situs Warisan Dunia UNESCO.

Catatan
¹ 10.000 li = 5.760 km. Dalam bahasa Mandarin, jumlah 10.000 biasanya
secara figuratif dianggap sebagai "tidak terbatas", sehingga angka
tersebut sebenarnya mengaandung arti "tembok yang panjangnya tak
terbatas".

Wednesday, September 30, 2009

Pagi Cuti Di Bandar Seri Begawan

Masjid SOAS III
Rabu pagi itu bertepatan dengan hari jadi Sultan Brunei dan menjadi
hari cuti awam di Brunei tepat tanggal 15 Juli. Aku berjalan keluar ke
jalan raya menunggu bas 24, yah aku bersama temanku bercuti ke Bandar.
Senang rasa hatiku, namun bukan aku saja yang rasa senang karena cuti.
Banyak pekerja asing yang mungkin akan bercuti ke Bandar itu hanya
untuk nongkrong dan ada juga yang berjumpa disana untuk silatulrahmi
karena tempat kerja berjauhan. Memang menjadi saat yang indah saat
bercuti, ada Warga negara India, philiphin, bangladesh dan tidak
sedikit juga warga Indonesia disana bahkan sudah menjadi mayoritas
warga Indonesia disana.

Tidak dipungkiri karena memang menjadi tempat Favorit TKI(Tenaga Kerja
Indonesia) maupun pekerja asing lainnya. Walaupun tempatnya hanya
begitu saja. Ada juga pemandangan kampung ayer yang mungkin kita tak
akan menemukan di negara lain dan sudah menjadi pemandangan khas
disana, dari kampung ayer jika kita menoleh kebelakang kita akan
melihat masjid Sultan Oemar Ali Saifudin yang menjadi penghias Ibu
Kota tersebut.
Ada juga tempat nongkrong favorit para TKI di Brunei, jika anda lihat
ke Bas Term, Salah Satu pusat belanja Yayasan Sultan Haji Hasanal
Bolkiah dan Milimewah disana tidak akan sulit untuk menjumpai mereka.

Jika Anda menjadi TKI berikutnya, Eemmh tidak salah jika anda ingin
berkunjung kesana.